Rasanya Sekolah di SMAKBO (part 4): STULAP, Prakerin, PKT, & Kerja

 Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Hello, readers!!!

Sesuai janji aku di 2019, aku akan menutup series ini dengan part terakhirnya yaitu part 4. Still can’t believe I’ve been going this far with you guys as my support system who’s always reading my blog and giving a bunch of awesome feedback, thank you so much <3

Sekarang tahun 2023 dan usiaku tahun ini akan menginjak 22 tahun, whooo masih berasa hidup di 2019 dengan usia 18 tahun, deh, serius.

ᵜᵜᵜᵜ

Aku lulus dari SMAKBO tahun 2020, tapi meskipun sudah 3 tahun berlalu aku akan tetap menuliskan cerita singkat mengenai Rasanya Sekolah di SMAKBO, lulus dari sana, dan akhirnya bekerja sebagai seorang analis kimia.

Tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai.

Pengalaman yang mau aku ceritakan kali ini adalah tentang STULAP (Studi Lapangan), Prakerin (Praktik Kerja Industri) atau yang lebih dikenal dengan PKL, project PKT (Praktik Kimia Terpadu), dan akhirnya lulus lalu bekerja sebagai analis kimia.

1)      STULAP (Studi Lapangan), nama lainnya Kunjungan Industri

STULAP itu semacam study tour kalau di sekolah lain, hanya bedanya di SMAKBO ini beneran study alias belajar, gk yang cuma main-main liburan.

Study tour-nya SMAKBO hanya dilakukan sekali selama kita bersekolah di SMAKBO, biasanya saat kelas 12.

Karena cuma sekali seumur SMAKBO, jadinya jor-jor-an banget alias super totalitas.

STULAP dilakukan selama 10 hari berkeliling pulau Jawa-Bali dengan biaya Rp2.065.000,-, (jadi adik-adikku di SMAKBO silakan menabung sejak dini, ya.)

Kurang lebih selama 5 hari kita akan mengunjungi berbagai industri (PT, perusahaan, pabrik, balai penelitian, dll), satu hari main-main di Jogja, 3 hari di Bali, dan setelahnya pulang (seinget aku gini, ya, udah lama banget soalnya tahun 2019 wkwk, mungkin kalau ada yg bisa koreksi, kindly drop the comment below.)

Siswa akan dibagi menjadi beberapa grup sesuai bus perjalanannya masing-masing, dan tiap grup akan mengunjungi perusahaan yang berbeda.

Aku waktu itu kebagian bus A, bus pertama, dan industri yang aku kunjungi saat itu adalah PT Pupuk Kujang, Cikampek; PT Coca Cola Amatil Indonesia, Semarang; Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Yogyakarta; dan Laboratorium Induk Kimia dan Material (LABINKIMAT) TNI-AL, Surabaya.

Terdengar keren dan menakjubkan, bukan? Tapi percayalah lebih berbahagia mereka yang mengunjungi pabrik Sari Roti, Sidomuncul, Mie Sedap, dan makanan lainnya, karena apa? KARENA BISA MAKAN BANYAK!!!

Sedih, ih, kalau diceritain, mah, saat mendengar orang lain dapat banyak makanan, grupku cuma kebagian panasnya aja (karena kawasan industri itu terik mataharinya luar biasa, lho, no hujan hujan club).

Tapi sebagai siswa yang berusaha berpikir positif, mari kita berhenti membanding-bandingkan dan mensyukuri apa yang didapat *spreads positive vibes.

ᵜᵜᵜᵜ

Selama 10 hari perjalanan, kita mendapatkan 3x makan, dan itu wajib makan, wajib habis, gk boleh engga. Sekolah benar-benar menjaga kita biar gk ada yang jatuh sakit apalagi maag-nya kambuh selama perjalanan dengan cara menjaga asupan makanan.

Tapi 3x sehari lauknya literally ayam selama 9 hari berturut-turut, pokoknya setelah STULAP kalian akan trauma makan ayam untuk beberapa waktu.

Hari terakhir STULAP kita gk makan ayam, aku lupa 2x sebelumnya makan apa tapi lauk makan yang terakhir adalah ALL YOU CAN EAT MASAKAN PADANG. Jadi nanti kita akan berhenti di RM Padang dan kita boleh makan apapun sebanyak apapun selagi sanggup nelennya.

Perjalanan dilakukan menggunakan bus tanpa toilet di dalamnya, tapi tenang saja karena bus berhenti setiap 3 jam sekali, jadi kalau mau ke toilet, aman. Makan dan minum senormalnya aja, ya, gk perlu ditahan-tahan karena takut gk ada toilet.

Kita akan menginap di beberapa penginapan, waktu angkatan aku kalau gk salah kita menginap di Asrama Haji, Semarang; Wisma MMUGM Hotel, Yogyakarta (ini terbaik sih menurut aku, bagus, nyaman, bersih, betah, deh, pokoknya, tapi sayang cuma semalam); dan penginapan di Bali lupa apa namanya.

ᵜᵜᵜᵜ

Saat mengunjungi industri, itu tergantung kebijakan perusahaan masing-masing. Ada yang mengizinkan kita plant tour ke segala penjuru pabrik dan laboratoriumnya, ada yang hanya menunjukkan apa yang boleh ditunjukkan. Setelahnya kita akan diberikan presentasi singkat mengenai profil perusahaan tersebut.

Kita bertugas mencatat apa yang kita dapat selama mengunjungi industri dan lalu mencatatnya dalam sebuah LAPHAR (Laporan Harian), nanti LAPHAR tersebut akan diserahkan di pengujung STULAP untuk dinilai. Study beneran, kan?

Ini beberapa potret saat aku STULAP di 2019 😊


Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Yogyakarta

Di sini kita sedang melihat reaktor nuklir yang ada di bawah, namanya reaktor Kartini, bentuknya tabung yang super besar, berisi komponen penstabil atom yang sangat banyak, di dalamnya terdapat atom yang super kecil namun dengan energi yang tidak terbayangkan. Tapi tenang, ini aman.

PT Coca Cola Amatil Indonesia, Semarang

Satu-satunya industri pangan yang aku kunjungi, dan alhamdulillah dapat minuman sebungkus. Di Semarang ini panas banget, sih, asli.

PT Pupuk Kujang, Cikampek

Di sini aku takjub sama reaktor pupuk, ternyata besar banget dengan tekanan dan segala macam kondisi ekstremnya. Bagaimana caranya menjaga agar reaktor tersebut tetap beroperasi secara aman is an important work to do.

LABINKIMAT TNI-AL, Surabaya

One of my favourite, bukan karena laboratoriumnya tapi karena kita bisa naik kapal TNI-AL wkwk maap norak. Tapi serius, deh, meskipun panas terik menusuk kulit, seru ternyata bisa naik kapal militer.

Asrama Haji, Semarang

Salah satu hal yang aku suka dari STULAP adalah, kita akan jadi dekat dengan orang yang biasanya gk akrab sama kita saat di sekolah. Jadi punya kesempatan mengenal orang lain walau hanya sekilas.


Salah satu menu makanan selama STULAP

Wisma MMUGM Hotel, Yogyakarta






We were 18 :'), look at how much we've grown up *maap jadi sentimental. Cerita STULAP nya selesai, mari kita lanjut ke bagian kedua.

2)      Prakerin (Praktik Kerja Industri) atau PKL

Saat kita mau Prakerin, kita boleh memilih 3 perusahaan, nanti pihak sekolah akan mengajukan permohonan ke perusahaan-perusahaan tersebut apakah sekiranya bisa menerima kita sebagai anak PKL di sana.

Jangkauan perusahaannya cukup luas, dari mulai pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Belanda.

Aku, tuh, sebenernya pengen ke Belanda, cuma gimana, ya, gk punya uang. Jadi yaudah di Indonesia aja, di Bogor malah, yang sekali naik angkot biar hemat.

Saran aku selama Prakerin adalah, jaga sikap dan sopan santun karena attitude yang paling utama. Mau di manapun PKL nya, attitude yang baik harus dijunjung setinggi mungkin.

Kalau di sekolah terbiasa ngomong kasar, di tempat Prakerin harus ditahan. Kalau mukanya terbiasa jutek, di tempat Prakerin harus dipaksa senyum, gk perlu ramah tamah sok kenal sok deket, cukup senyum dan sapa orang yang ketemu sama kita entah itu dengan anggukan atau sapaan singkat kayak “Pagi, kak.”

Se-simple itu.

Ingat kita di tempat Prakerin hanya anak sekolah yang menumpang belajar, jadi gk boleh semena-mena, okay?

Selain itu jangan diem aja, samperin kakak-kakak yang kerja di sana dan tanya apakah ada yang bisa kita bantu, kalau kakaknya bilang engga ada, samperin kakak yang lain, pokoknya jangan keliatan diem aja main hp, no no gk boleh gitu.

Itu aja, sih, tips dari aku, sisanya bisa kalian sesuaikan sendiri tergantung kondisi perusahaannya. Pokoknya bersikap yang baik, jujur, sopan santun, rajin, inshaAllah Prakerin kalian aman.

3)      PKT (Praktik Kimia Terpadu)

Nah ini, ilmu yang kalian dapat dari kelas 10 sampai kelas 13 harus kalian aplikasikan dalam project akhir PKT.

Tugas akhir ini biasanya dibagi menjadi 2, sintesis dan analisis produk di pasaran, tergantung angkatan kalian dapetnya apa. Kalau aku dulu dapetnya sintesis.

Nanti akan dibagi beberapa kelompok, satu kelompok berisi 4-5 orang. Waktu itu kelompok aku kebagian bidang farmasi dan kita bikin Spray Antiseptic dari Bawang Putih. Banyak jurnal yang harus dibaca, termasuk Pharmacopeia agar tahu proses analisa seperti apa yang harus dilakukan untuk menganalisa produk kita.

Selama PKL aku sedikit baca European Pharmacopeia karena aku PKL di perusahaan farmasi Eropa, dan mereka acuan analisanya ke situ. Kalau di SMAKBO aku baca USP Pharmacopeia karena adanya itu.

Seru, sih, baca pharmacopeia, berasa pinter aja gitu.

Tapi sayang sekali di tengah perjalanan PKT, tiba-tiba negeri kita tercinta shut down karena covid-19 dan tentu saja ini impact sama kegiatan belajar di sekolah.

Akhirnya hasil analisa mengacu pada jurnal-jurnal yang sekiranya mirip, dan kita bertugas memahami teori-teori dari literatur tersebut.

Aku baru ngeh, SMA lain juga kayak gini gk, sih, tugas akhirnya? Review jurnal nasional dan internasional, buka-buka SNI, baca literatur sana-sini.

4)      Akhirnya Aku Kerja!

Wkwk sangat excited karena akhirnya kerja.

Cerita kelulusannya diskip aja, ya, karena aku wisuda online *mencoba kuat menahan olok-olok angkatan lain.

Untuk lulusan SMAKBO, inshaAllah peluang untuk bekerja itu sangat besar, karena pihak sekolah akan membantu para lulusannya untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Ditambah banyak alumni-alumni SMAKBO yang tidak akan segan membantu adik-adiknya yang belum dapat pekerjaan.

Kalau dari pihak sekolah, nanti akan ada Bursa Kerja yang isinya sharing informasi soal lowongan-lowongan pekerjaan. Aku sendiri pun dapet lowongan dari Bursa Kerja tersebut.

Alhamdulillah di bulan Juli 2020, 2 bulan pasca lulus, aku mendapat pekerjaan sebagai QC Chemical Laboratory Analyst di salah satu perusahaan farmasi terbaik *flexing sebentar*.

PKL farmasi, PKT farmasi, kerja farmasi, ini bukan kesengajaan, ya.

Padahal awalnya aku gk mau masuk farmasi karena banyak berita negatif yang beredar seputar bidang ini, tapi setelah ngerasain kerja di tempat kerja aku sekarang, pandangan aku terhadap farmasi berubah 180ᵒ.

Regulasi yang luar biasa ketat, integritas data yang dijaga sebegitunya, sistem database yang langsung tersambung ke global, semuanya diatur sedemikian rupa agar tidak ada kecurangan maupun manipulasi data.

Karena regulasi yang luar biasa ketat itu, kita sebagai analis gk bisa ngutak-ngatik alat sendiri, coba-coba metode analisa sendiri, semuanya harus disetujui oleh management terlebih dahulu, alhasil memang aku akui untuk belajar lebih dalam perihal instrument dan analisa by doing it yourself itu memang sangat sulit di sana, bahkan hampir tidak memungkinkan.

Tapi, justru itulah perusahaan farmasi yang sebenarnya, menjamin keamanan pasien dengan menjaga regulasi dan integritas.

Kalau mau belajar integritas, di sana tempatnya, dan aku bersyukur bekerja di tempat itu karena aku merasa pelajaran soal regulasi dan data integrity lah yang akan aku pakai di masa depan.

This place makes me fall in love with pharmacy. Padahal dulu aku tuh maunya terjun ke dunia tambang atau perminyakan, basic dream anak SMAKBO banget gk sih wkwk.

Tapi farmasi gk kalah keren ternyata, dan karena perusahaan ini, melihat banyak orang-orang hebat di dalamnya yang sangat menginspirasi, sekarang impian aku adalah lanjut studi farmasi dan terjun lebih dalam ke bidang itu, semoga tercapai, ya.

Aku di sini gk bakal ngomongin gaji atau benefit lainnya ya, it’s privacy.

Tapi kalau bagi diriku sendiri untuk saat ini, bekerjalah dengan niat yang baik dan jujur, karena kalau udah kayak gitu inshaAllah apa yang ingin kita dapat, akan Allah berikan. Ilmu, pengalaman, uang, itu semua ngikut kok selagi kita bekerja dengan niat yang baik.

Ya walaupun aku bukan orang yang sebaik itu juga, sih, masih belajar. Tapi gapapa lah kita sama-sama berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, okay?

ᵜᵜᵜᵜ

Sepertinya itu aja yang bisa aku ceritakan. Berakhir sudah kisahku di sekolah ini.

Alhamdulillah akhirnya series ini berakhir, meskipun ada perasaan sedih karena harus mengakhiri cerita-cerita seru dari sekolah kita tercinta, SMAKBO.

Gk kerasa, aku pertama kali nulis tentang sekolah ini di 2016, 7 tahun yang lalu.

Anak yang baru lulus SMP, dengan segala ketakutan dan beban beratnya dalam menyesuaikan diri di sekolah baru yang sangat berbeda.

Anak 15 tahun yang saat itu cuma bisa bikin endapan, itupun reagent semua sudah disiapkan dan masih ngerasa pengendapan, tuh, udah suliiiit banget wkwk, dengan takjubnya membayangkan, kok bisa ya kakak kelas kita analisa margarin, semen, air, minuman kemasan, ikan asin, vitamin, itu gimana caranya, ya, bisa dapet kadarnya?

Anak 15 tahun yang kemampuan menulisnya masih kacau berantakan.

Lalu dia grew up, perlahan tapi pasti, tumbuh menjadi siswa yang mulai merasa nyaman di sekolah yang susah itu, mulai bisa menyesuaikan diri, mulai terbiasa dengan segala kesulitan yang ada.

Anak yang sudah bisa bikin titrant sendiri, bikin reagent sendiri, anak yang sudah paham bahwa analisa produk jadi tidak semustahil itu.

Anak yang terus tumbuh sampai ada di tahap, ternyata sekolah di sini gk sesusah itu, biasa aja.

Bahkan ia mampu menyelesaikan tugas-tugas akhir dengan baik, terjun ke dunia industri dengan baik, bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.

Anak 15 tahun itu kini akan berusia 22 tahun, sudah bukan anak-anak lagi. Perjalanan 7 tahun yang rasanya singkat namun ternyata sangat panjang.

Susah senang, tangis dan tawa, semua bagaikan palu dan pahat yang membentuk diri.

Dan aku puas dengan bentuk diriku saat ini, tapi palu dan pahat itu akan terus bekerja, menghasilkan bentuk diri yang lebih hebat dan bijaksana, inshaAllah.

Jujur ini jadi sentimental beneran wkwk, huaaa sediiih.

Rasanya pisah dari SMAKBO.

Tapi engga, kok, meskipun sudah lulus, ikatan antar alumni SMAKBO gk pernah putus. Karena sampai kapanpun, kita akan menjadi bagian besar dari HASKA (Himpunan Alumni Sekolah Analis Kimia), wadah untuk para alumni SMAKBO.

Jadi di manapun kita berada, identitas sebagai alumni SMAKBO itu gk akan pernah lepas, ke manapun kita pergi, kita akan selalu mengemban tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater.

Nanti kalau kalian ketemu alumni SMAKBO di luar sana, pasti yang pertama akan ditanya adalah, “angkatan berapa?”

Wkwkwk itu salah satu hal yang aku banggakan dari SMAKBO, kayaknya gk ada sekolah lain yang ikatan alumninya seerat kita, luar biasa.

Ini beneran udahan, nih, sekarang.

Terima kasih sudah membaca sampai part ini, semoga bermanfaat.

Doakan aku semoga ke depannya ada lebih banyak kisah seru yang bisa aku tuliskan! Hehe 😊

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


Komentar

Postingan Populer